Ciuman kerap kali dipercaya sebagai tanda cinta pada pasangan yg pungkasnya bisa mempererat keharmonisan suatu interaksi. Bahkan konon pungkasnya, ada banyak manfaat yang sanggup didapat dari berciuman. Meski begitu, ternyata terdapat beberapa orang yg punya fobia ciuman, lho. Kondisi ini dikenal sebagai philemaphobia. Kok mampu, ya? Memang, apa karena?
Kenapa ada orang yang fobia ciuman?
Perasaan takut dan cemas lantaran belum terbiasa melakukan ciuman merupakan hal yg masuk akal. Anda mungkin takut keliru langkah dan akhirnya menciptakan pasangan ilfee.
Namun, hal ini sangat normal dan hampir dirasakan orang yg baru pertama kali ciuman. Biasanya, rasa takut ini akan hilang saat Anda sudah semakin jago.
Uniknya, terdapat orang yang benar-sahih takut berciuman, lho. Berbeda menggunakan orang yg menduga kalau ciuman adalah pengalaman yg menyenangkan, orang yg fobia ciuman justru akan beropini sebaliknya, yakni ada perasaan ketakutan ekstrim yg cenderung nir lumrah.
Alasan paling fundamental berdasarkan fobia ciuman merupakan takut akan perpindahan kuman dari lisan ke verbal. Seseorang menggunakan philemaphobia akan berpikir bahwa terdapat berjuta-juta bakteri yang mungkin berpindah selama berciuman sehingga berisiko mengakibatkan penyakit nantinya.
Tidak hanya itu, kadang perasaan jijik menyelimuti diri orang yang fobia ciuman karena membayangkan akan bersentuhan eksklusif dengan air liur pasangan. Faktor takut terhadap bau verbal, entah diri sendiri atau pasangan, menjadi penyebab lain yang bisa membuat seseorang mengalami fobia ciuman.
Meski terbilang jarang, seorang dengan philemaphobia juga mengeluhkan rasa takut akan sentuhan pada bentuk yang intim. Untuk masalah yang lebih parah, fobia ciuman mampu dari berdasarkan pengalaman jelek di masa kemudian. Atau bahkan pernah sebagai korban pelecehan seksual, kekerasan seksual, juga pemerkosaan sebelumnya.
Apa tanda-tanda yang umumnya ditunjukkan?
Gejala setiap penderita philemaphobia tidak selalu sama, melainkan bisa bervariasi menurut taraf ketakutan yang dialaminya. Beberapa karakteristik-ciri yg umumnya terjadi, misalnya:
- Detak jantung nir teratur
- Napas sangat cepat (hiperventilasi)
- Keinginan kuat buat melarikan diri atau bersembunyi ketika merasa pertanda akan berciuman mulai timbul
- Keluar keringat berlebihan, seperti usai melakukan aktivitas berat
- Mendadak mual
Semua tanda dan tanda-tanda ini mampu memengaruhi philemaphobia secara langsung. Pasalnya, tidak hanya membuat penderitanya menolak buat berciuman, akan tetapi pula menyulitkan untuk menemukan pasangan yg sempurna & menjalin interaksi jangka panjang.
Sebenarnya, sebagian besar orang dengan philemaphobia menyadari bahwa ketakutan mengenai ciuman ini cenderung aneh & tidak masuk akal. Namun, mereka mungkin tetap merasa kesulitan untuk mengendalikan perasaannya. Alhasil, nir sporadis seseorang yg mengalami fobia ciuman justru merasa depresi menggunakan “kekurangan” yang dimilikinya.
Apakah fobia ciuman mampu disembuhkan?
Anda yg mempunyai philemaphobia boleh bernapas lega sekarang lantaran pada dasarnya fobia yg satu ini bisa disembuhkan. Dengan catatan, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab utama ketakutan hiperbola ini.
Jika fobia ini berasal menurut pengalaman terdahulu, biasanya memang dibutuhkan poly keberanian & latihan hingga ketakutan Anda sahih-benar hilang. Tetapi pada masalah yang lebih parah, bahkan hingga tergolong ke pada peristiwa traumatis, Anda mungkin perlu melakukan konseling rutin dengan terapis.
Nantinya, terapis yang akan menentukan pengobatan seperti apa yang sesuai menggunakan tingkat keparahan fobia Anda. Di sisi lain, Anda sanggup membantu meredakan philemaphobia ini menggunakan rajin melakukan meditasi, yoga, sampai tai chi. Kegiatan ini dinilai sanggup menumbuhkan rasa percaya diri seorang sekaligus mengurangi kecemasan.

0 Response to "Unik! Ada Orang yang Fobia Ciuman. Apa Sebabnya, Ya?"
Post a Comment