Kebanyakan orang menduga bahwa sakit dada telah niscaya adalah gejala serangan jantung. Padahal, asam lambung naik jua bisa menyebabkan nyeri & sensasi perih di dada (heartburn). Hati-hati, keliru menebak jenis penyakit dapat mengakibatkan salah langkah penanganan, lho. Lantas bagaimana cara membedakan nyeri dada dampak agresi jantung dan heartburn?
Sekilas tentang serangan jantung dan heartburn
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya penyumbatan pada arteri koroner, yaitu pembuluh darah yg membawa oksigen ke otot-otot jantung. Akibatnya, jantung jadi kekurangan oksigen & memicu rasa sakit.
Sementara itu, heartburn merupakan sensasi perih & panas di dada yang ditimbulkan sang naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Cairan lambung yg sifatnya sangat asam ini bisa mengiritasi lapisan dinding esofagus & memicu sakit tenggorokan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai maag, meskipun sebetulnya dalam dunia medis tidak dikenal penyakit maag.
Meskipun heartburn sama sekali nir herbi jantung, efek iritasi akibat naiknya asam lambung juga dapat menjalar ke dada. Ini karena letak kerongkongan sangat dekat dengan jantung. Itulah karena mengapa tanda-tanda nyeri dada dampak agresi jantung dan heartburn sangat sulit dibedakan.
Bedanya nyeri dada akibat agresi jantung dan maag
Seorang direktur medis berdasarkan Joan H. Tisch Center for Women’s Health di NYU Langone Medical Center pada New York, dr. Nieca Goldberg mengatakan bahwa kebanyakan orang acapkali kali tertukar ketika membedakan nyeri dada akibat agresi jantung & heartburn. Hati-hati, salah memilih penyakit sanggup menyebabkan salah penanganan yg akhirnya berujung fatal.
Nyeri dada dampak agresi jantung dan heartburn memang cenderung seperti, lantaran keduanya sama-sama menyebabkan sensasi perih dan tekanan pada dada. Akan namun, ada ciri khas tanda-tanda agresi jantung yg tidak sama dengan gejala heartburn. Begini cara membedakannya.
Nyeri dada akibat agresi jantung
Tidak semua orang akan mengalami sakit dada saat terkena agresi jantung. Dikutip dari Cleveland Clinic, sebuah penelitian berdasarkan University of British Columbia menyampaikan bahwa sakit dada dampak agresi jantung lebih generik dialami oleh pria ketimbang wanita.
Sakit dada lantaran serangan jantung dapat terjadi di mana saja & tidak selalu pada sisi kiri. Dada Anda mungkin terasa misalnya diikat, diremas, & benar-benar nir nyaman.
Anda pula dapat mengalami sesak napas atau keringat dingin pada ketika yg bersamaan. Semua gejala agresi jantung ini biasanya bertahan usang, akan tetapi Anda bisa mengurangi rasa sakitnya dengan duduk sambil mengatur pernapasan pelan-pelan.
Dibanding nyeri di dada, perempuan yang terkena serangan jantung lebih seringkali mengalami mual, muntah, kelelahan, sesak napas, sakit di bagian rahang, lengan, leher, & punggung. Sayangnya, gejala agresi jantung ini cenderung kurang jelas sehingga acapkali diabaikan sang para wanita yang mengalaminya.
Nyeri dada akibat heartburn
Saat asam lambung naik sampai ke kerongkongan, Anda akan mengalami sakit dada yang disertai menggunakan sensasi panas. Biasanya, gejala ini pula disertai dengan sensasi lidah pahit dan perut terasa penuh alias kembung.
Nyeri dada dampak heartburn bisa berlangsung hingga satu jam. Beda dengan gejala agresi jantung, sensasi perih dan panas di dada bisa semakin parah jika Anda membungkuk, berbaring, atau mengganti posisi yg dapat semakin mempertinggi asam lambung.
Untuk memastikan penyebab sakit dada karena agresi jantung atau heartburn, cobalah minum obat maag menjadi langkah awal. Jika nyeri dada berangsur-angsur membaik, maka penyebabnya kentara karena heartburn.
Namun, jika gejalanya tidak kunjung membaik atau justru disertai dengan sesak napas atau keringat dingin, maka segera temui dokter terdekat. Hal ini sanggup jadi pertanda bahwa Anda terkena agresi jantung.

0 Response to "Cara Membedakan Nyeri Dada Karena Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)"
Post a Comment